Selasa, 09 Oktober 2007

Bukalah Jalan Menuju Cintamu

Akhir-akhir ini saya sering membaca atau tepatnya melihat tag iklan 'bukalah jalan menuju cintamu'. Kalimat indah ini menjadi kalimat penutup pada salah satu iklan kosmetika pemutih kulit wajah. Ceritanya si gadis yang telah memakai pemutih wajah secara teratur itu sedang berada di tempat makan bersama adik perempuannya, secara tidak terduga berdatanganlah pria-pria yang menawarkan minuman silih berganti hingga si adik kekenyangan. Pada versi kedua, pemuda-pemuda itu memberi permen kepada si adik kecil, asalkan dia bisa berdekatan dengan sang kakak. Si kakak juga terlihat puas dikerumuni banyak pemuda. Ini pasti karena dia memakai pemutih wajah. Pemuda-pemuda sangat suka dengan gadis-gadis berkulit (muka) putih bersih. Saat itulah dia akan membuka jalan untuk cintanya.
Sebegitu mudahkah jalan cinta terbuka bagi gadis-gadis berkulit (muka) putih? Bagaimana dengan gadis-gadis Indonesia yang rata-rata berkulit sawo matang? Apakah mereka ini harus memutihkan kulit lebih dahulu untuk mendapatkan atau mengejar cintanya?
Ternyata kondisi seperti inilah yang dimanfaatkan oleh produsen kosmetika untuk memasuki pasar Asia. Dalam beberapa iklan televisi bisa dilihat betapa menyedihkannya seorang gadis berkulit sawo matang yang tidak berhasil mendapatkan cinta seorang pria, sebelum ia menggunakan kosmetika pemutih selama tujuh hari berturut-turut hingga kadar kegelapan kulitnya berkurang satu tingkat. Gadis berkulit sawo matang itu selalu digambarkan bermuka murung karena kulitnya terlalu gelap.
Saya percaya, wanita Indonesia yang cantik-cantik dan berkulit sawo matang tidak akan sebodoh itu. Terlalu picik untuk menyatakan bahwa semua wanita harus berkulit putih agar bisa membuka jalan untuk cintanya.
Saya juga heran, mengapa iklan pemutih wajah dengan tema yang 'menghina' seperti itu masih terus diproduksi......

Tidak ada komentar: